Meet The Founder

Kang Adhie — Business Architect & Digital Strategist
The Story
Banyak orang bisa menjalankan iklan, tapi sedikit yang paham bagaimana rasanya memikul tanggung jawab sebagai pemilik bisnis.
Kang Adhie memulai perjalanannya bukan dari dunia digital, melainkan dari garis depan operasional. Dengan pengalaman 9 tahun menjabat sebagai CEO (2013-2022) dan latar belakang di manajemen operasional sejak 2011, ia memahami satu hal yang sering dilupakan agensi biasa:
Marketing hanyalah 40% dari kemenangan; 60% sisanya adalah kekuatan produk dan alur bisnis.
Why we Trust Him?
CEO Mindset: Ia melihat bisnis Anda dari kacamata pemilik modal, bukan sekadar penyedia jasa. Ia tahu pentingnya ROI dan efisiensi operasional.
3 Sektor Bussiness Specialist: Memiliki rekam jejak dalam membedah alur leads yang kompleks, mulai dari sektor properti hingga industri travel umroh.
Tech-Driven Strategist: Sebagai Certified Livestreaming Host, ia menggabungkan teknologi otomasi terbaru dengan pendekatan konten yang tetap terasa "manusiawi".
The Philosophy:
Akang nggak mau cuma kasih anda leads yang tidak terukur. akang mau bangunin infrastruktur untuk anda. Biar pas akang nggak ada pun, bisnis anda tetep punya aset digital yang bisa 'nyetak' duit sendiri secara otomatis
Kenapa PT WANNABE
DIGITAL ACADEMY ini Terbentuk :
LEGALITAS PERUSAHAAN :
PT WANNABE DIGITAL ACADEMY
Jenis Perusahaan : Perseroan Perorangan
Legalitas Pendirian Usaha :
AHU-A084396.AH.01.30.Tahun 2026
Nomor Induk Berusaha :
2804260002326
Visi :
Menjadi pionir dalam membawa perubahan sudut pandang bisnis di level global melalui arsitektur digital yang inovatif dan berkelanjutan.
Misi
Membangun Infrastruktur Terintegrasi: Menciptakan ekosistem digital yang menghubungkan setiap elemen bisnis secara presisi guna menghilangkan inefisiensi operasional.
Keberlanjutan & Skalabilitas: Mengembangkan sistem yang tidak hanya tangguh untuk jangka panjang, tetapi juga fleksibel untuk bertumbuh seiring perkembangan pasar dunia.
Transformasi Perspektif Global: Mengedukasi dan mengarahkan pelaku bisnis untuk mengadopsi standar teknologi internasional dalam strategi pertumbuhan mereka.
Otomasi yang Human-Centric: Mengintegrasikan kecerdasan buatan dan otomasi tanpa menghilangkan esensi koneksi antarmanusia dalam proses penjualan
